Imunoterapi Jakarta

imunoterapi jakarta

Kemoterapi Jakarta. Definisi penyakit kanker ketika ini berkembang, tidak sekedar perkembangan sel yang tidak terkendali. Seiring pertumbuhan teknologi dan ilmu pengetahuan, kanker tidak lagi suatu penyakit tunggal yang berdiri sendiri.

Melainkan, sekumpulan penyakit yang diakibatkan kerusakan program kematian sel otomatis (apoptosis). Sel-sel di tubuh, antara lain sel darah, sel kulit, sel rambut yang mempunyai umur terbatas dan secara rutin bakal mati dan digantikan sel baru.

Namun pada sel abnormal (yang lantas disebut sel kanker), program bunuh diri sel ini tidak berjalan. Sehingga sel menjadi imortal dan bakal terus terus tumbuh, tetapi tidak memiliki kegunaan sebagaimana harusnya.

Spesialis patologi anatomi dari RSK Dharmais dr. Evalina Suzana mengatakan, banyaknya penyakit kanker ini seiring dengan ditemukannya penyembuhan untuk kanker. Di tahun 2000-an, misalnya, mulai ditemukan mutasi genetik yang mengakibatkan pertumbuhan kanker tidak terkendali.

Banyak mekanisme sel kanker untuk mereka bisa tumbuh dan lantas menjadi sasaran penyembuhan baru. Salah satu temuan teranyar dalam mekanisme kerja sel kanker di tingkat molekuler, ialah ditemukannya reseptor pada sel kanker yang bisa mengelabui sel imun tubuh (sel-T). Sehingga tidak bisa mengenali sel kanker.

Untuk menangkal PD-1 dan PD-L1 ini berikatan, maka mesti diputus interaksinya. Maka dikembangkan obat yang lantas dikenal dengan imunoterapi. Seperi Pembrolizumab, ialah terapi guna kanker kesatu dengan konsep imunoterapi yang telah masuk di Indonesia.

imunoterapi jakarta

Imunoterapi di RS Jakarta

Sebagai kelanjutan standar diagnostic tes PD-L1, ketika ini sedang dilangsungkan pelatihan di 14 center patologi anatomi di fasilitas kesehatan sakit berkelas A (tersier) di semua Indonesia.

Untuk menemukan terapi imunologi atau imunoterapi, di Jakarta khusunya dan Indonesia umumnya telah ada sejumlah tempat yang dapat dikunjungi. Tempat-tempat itu antara lain ialah RSCM, RS Persahabatan, RS Fatmawati, RS Adam Malik Medan, RS SanglahBali, RS dr Soetomo Surabaya, RS dr. Kandou di Manado, RS dr Karyadi Semarang, RS dr Sardjito Yogyakarta, RS Hasan Sadikin Bandung dan sebagainya. Sehingga Diharapkan dalam sebulan hingga dua bulan ini lokasi tinggal sakit itu sudah dapat melakukan tes PD-L1.

 

Leave a Reply